?

Log in

No account? Create an account

Epic Randomzone!

..where roleplay is just insane.

Previous Entry Share Next Entry
01: East Block?
singingmouse wrote in random_indorp
[Seperti yang diucapkan oleh si lady misterius dan hasil percakapan dengan seorang pemuda yang punya hobi unik, kakinya membawa Nezumi pergi ke timur dan seingat Nezumi, pemuda itu juga ikut dengannya. Sekalipun tempat ini kelihatan aman dan modern, insting Nezumi masih menyala sampai sekarang--kau tidak tahu kapan ada manusia yang akan muncul untuk membahayakan nyawamu, benar?]

Hee...

Jadi ini yang namanya wilayah timur.

[Setidaknya jauh lebih baik daripada West Block.]

Oh iya, omong-omong--

[--pemuda-hobi-unik itu pergi ke mana?]

[Nezumi melihat ke sekitarnya tetapi tidak melihat sosok berambut coklat itu. Hmph, ya sudahlah. Nezumi mengangkat bahu dan lanjut berjalan. Langkah cepat, lihat kanan-kiri agar bisa menganalisa situasi--cara ia berjalan seperti biasa.]

  • 1
[berlari ke arah pemuda kuncir itu.]

Maaf, saya.... tadi sekaligus mengamati sekitar.

[habisnya tidak tahu kan disini ada apa saja. Rasanya aneh, mendadak bangun di tempat asing. Tapi benar juga disini ada apartemen.]

Omong-omong, nama anda siapa?

[Nezumi mendengar suara langkah kaki yang rupanya milik si pemuda-hobi-aneh dan menoleh.]

Oh, halo. Kukira kau diserang preman, tuan muda.

[Senyum.]

[Baru sekarang ditanya tentang nama, padahal sudah bertemu dari kemarin... Ya sudahlah.]

Nezumi. Kau?

Disini tidak ada preman...yang ada hanya robot, nampaknya.

[menoleh ke kirinya, ada robot pembersih yang sedang lewat.]

Hideyoshi. Kinoshita Hideyoshi. Salam kenal, Nezumi.

Robot?

Hmm...

[Benar saja, ada robot pembersih yang sedang lewat. Nezumi langsung ingat sebuah robot pembersih yang sempat ia hancurkan di NO. 6. Mungkinkah wilayah timur ini bagian dari kota sialan itu...?]

Hideyoshi, eh? Namamu lebih jantan dari dugaanku--pfft.

[dewa cinta ini berusaha menahan kantuknya, kini berdiri di tempat tidak jelas di wilayah timur -katanya]

h-hoaaahmmm---

[jadi ini yang dewi palsu aya aya bicarakan.... tempat tinggal di mana?]

[aphrodi melihat sosok pemuda berkuncir berpakaian lusuh ala kadarnya]

oii, kamu yang disitu, tahu tempat yang bisa ditinggali ada dimana?

Hm?

[Nezumi menoleh kepada orang yang bertanya kepadanya. Tempat yang bisa ditinggali?]

Tuh, ada apartemen. Tapi kalau tidak mau kau bisa saja tidur di bangku taman atau di dekat tong sampah yang itu.

[Menunjuk ke bangunan tinggi di depannya, kemudian ke taman yang ia maksud.]

ah, baiklah, aku pilih apartemennya.

tidur di bangku itu jauh -bagai langit dan bumi- di bawah levelku, terimakasih. Mungkin cocok untuk orang berpakaian lusuh sepertimu, sih.

Ah, dugaanku benar.

[Nezumi berdeham, kemudian suaranya menjadi agak merendah dan ia berpose lebay berlutut.]

Rakyat jelata sepertiku memang tidak bisa mengerti perasaan seseorang seperti yang mulia!

[ Mengikuti Milla dan orang bernama Nezumi tadi, Jude pun mengambil jalan menuju arah timur.

Ia tidak menyadari hal yang aneh, sampai pada saat ia menengokkan kepalanya dan-- ]


...? Milla di mana? Tadi rasanya dia bersamaku--

[ Ia menengokkan kepalanya ke arah yang berlawanan, namun alih-alih mendapati sosok Milla, yang ditangkapnya adalah figur seorang lelaki yang lebih tinggi 15 cm darinya yang baru saja ia kenal. ]

Ah, Nezumi!

[Suara seseorang yang ia kenal membuatnya menoleh ke sumbernya. Benar saja, rupanya itu pemuda yang sempat berkenalan dengannya waktu itu.]

Oh--halo, Jude.

Sendirian?




Seharusnya aku bersama dengan temanku... tapi tampaknya kami berpisah tanpa kusadari.

[ Hm. Menyebut Milla sebagai 'teman' terdengar sedikit... aneh. Tapi dia tidak bisa menemukan kata lain yang cocok.

Kecuali jika ia mau menyebutnya sebagai--lupakan. ]

Omong-omong, ada sesuatu yang kau temukan di sini...?

[Teman--ah iya, Nezumi ingat Jude sempat berbicara kalau temannya juga terseret ke sini. Seingatnya lagi, temannya ini adalah seorang gadis. Hmm...]

Teman? Maksudmu, pacarmu?

Uhuh.

Ada apartemen di sini dan kau bisa menyewanya dengan gratis.

B-Bukan seperti itu!

[Sebetulnya ia memang menyimpan 'sesuatu' pada perempuan yang dimaksud dan ia tidak punya banyak masalah untuk mengakuinya--kalau saja perempuan yang ia sukai itu tidak berusia 5 tahun lebih tua darinya.

Ia menutup wajahnya, berusaha untuk menyembunyikan sapuan merah yang menyembul di kedua pipinya--]

  • 1