Epic Randomzone!

..where roleplay is just insane.

Previous Entry Share Next Entry
001: Oasis di Gurun Sahara
canbethiscute wrote in random_indorp
[Kirino memutuskan untuk pergi ke selatan. Tapi apa yang dia temukan? Padang pasir.

...Ada oase dan supermarket di ujung sana? Halusinasi bukan? Kirino mendekati supermarket dan....]

Uwo...bukan ilusi.

[masuk dan menemukan supermarket ini terlalu lengkap. Di satu pojokan....bahkan ada seksi Eroge. Ada beberapa eroge karakter imouto pula!]

....A--apa ini ilusi? Aku bisa menemukan yang seperti ini disini~ Ehey~

[mengangkat salah satunya dan sambil berputar-putar, sebelum meletakkan sang eroge kembali ke tempat asalnya]

...Ah, bukan saatnya seperti ini!

  • 1
[masuk ke dalam supermarket di tengah padang pasir]

(...sungguh aneh sekali, siapa yang bisa menduga kalau di tengah padang pasir begini ada supermarket? Hmm?)

[melirik ke arah gadis yang berdiri di depan deretan rak eroge]

...

(oke, ini lebih aneh lagi, sedang apa gadis itu berdiri di depan deretan eroge...)

[menoleh, lalu menyadari ada seorang pria yang memperhatikannya....

ekh! Kirino mundur beberapa langkah. Gawat...apa dia kabur saja? Ketahuan disini tidak lucu....

tapi kalau kabur....Ukh...Kirino jadi terdiam saja.]

...? Ah, maaf, aku tidak bermaksud untuk membuatmu terkejut, Nona.

[Kirino memutuskan untuk mengatakan sesuatu]

Tidak apa-apa, kok. Bukan itu masalahnya, tapi...kamu lihat yang tadi?

[Masuk ke supermarket aneh di padang pasir, bergerak ke konter minuman. Setidaknya dia akan beli minuman dulu sebelum menjelajahi tempat ini lebih jauh]

Nyan?

[Seorang pria menghalangi jalannya]

Permisi, nyan.


[Padahal Kirino sendiri sedang bingung, tapi ada yang ingin mereka minggir. Ya sudahlah. Dengan malas Kirino memberi jalan--- eh, nyan?]

Tingkahmu itu maksudnya apa? Sok imut?

[mood Kirino sedang jelek karena ketahuan, tahu. Omong-omong, eroge yang tadi ada ditangannya karena dia ambil lagi, masih pengen lihat.]

Nyan~?

[memiringkan kepalanya dan berkedip, tanpa sengaja melihat apa yang digenggam Kirino]

Hoo~Eroge.

[Dia memalsukan tampang terkejut]


...Kamu menganggapku aneh ya?

((celingukan di supermarket. Tujuannya hanya satu: cemilan.))

...Mau cemilan ikan hiu... Uuuuu.... Nanoooooo..... Cemilan.....

((melihat gadis berambut oranye dari kejauhan))

Nona! Hei Nona, nona! Kamu suka ikan hiu, nggak?



[LUPAKAN EROGENYA ADA ADIK KECIL YANG UNYU SEKALI TUAN DAN NONA SEKALIAN. Kirino dan instingnya memutuskan untuk menyembunyikan eroge itu jauh jauh lalu mendekati sang gadis dengan ceria.]

I--ikan hiu? Sayangnya aku tidak begitu suka, hehe.

...Nggak suka, ya......


((terdiam, merengut, dan mundur beberapa langkah))

*membawa 2 keranjang berisi Dr. Pepper, Okarin memperhatikan Lab Member ke 9 nya*

Selamat siang, wahai Lab Member 009!

Sedang apa kau di daerah terlarang ini?

[KENAPA ORANG GILA INI ADA DISINI JUGA.]

...B---bukan apa-apa....

[melirik ke keranjang milik Okarin]

I---itu apa?

Hoo, jangan bilang kau tertarik dengan Eroge atau Visual Novel pada umumnya....

Ini? Ini adalah minuman khusus yang dibuat untuk para orang terpilih sepertiku, Dr. PEPPER!

....A--aku menyukainya hanya karena karakternya imut kok! M--maksudku...

...Oh, minuman itu. Mananya yang buat orang terpilih?

Tak kusangka orang-orang disini menyukai hal-hal berbau dewasa!

[Membawa keranjang berisi dua botol air putih sambil senyam-senyum minta digampar. Entah bagaimana tidak heran kenapa ada perempuan di tempat itu]

Kamu beli ya, nona? Kalau sudah selesai bermain, aku pinjam ya!

[Kok begini...]

[Ke--kenapa ada lagi...! Cowok pula...]

E---eh? T--tidak kok---

Begitukah?

[Tidak yakin ia berkata jujur]

Eh, kau juga suka?

[Kirino benar-benar merasa menemukan oase]

Eh..

[Nah lo! Jujur saja... Sebetulnya bukan faktor 'dewasa'nya yang ia incar dalam game ini. Ayolah, ia kurang menyukai hal-hal berbau begitu.]

Habis.. Gambarnya kelihatan manis! Mungkin akan menyenangkan untuk dimainkan~

[Masih berwajah seperti itu, omong-omong]

[Sebetulnya yang ingin Jude lakukan di supermarket itu adalah mencari bahan-bahan kebutuhan sehari-hari seperti makanan.

Namun, yang ada justru ia terdampar di /seksi/ itu dan mendapati sosok seorang perempuan tampak bahagia dengan sesuatu yang... kelihatan... aneh. Setidaknya baginya.

Jangan-jangan ia salah tempat?

Jude melemparkan sebuah tatapan penuh ketidakyakinan.]

[Kirino sadar ada yang memperhatikannya.]

...Apa yang kau lihat, hah?

[Tidak mau ketahuan lebih dari ini, nampaknya.]

[Ups. Ketahuan. Tentu saja perempuan itu akan menyadarinya kalau ia terus-terusan menatapnya seperti itu.]

T-Tidak! Tidak apa-apa! Maksudku, benda apa yang barusan kau pegang--kau tampak senang dengan itu--

Maaf jika aku mengganggumu.

Aku--sebenarnya hanya bingung karena--aku--tersesat di sini.

[Menyedihkan sekali, Jude, berusaha mengalihkan topik begitu saja. Tapi memang itu kenyataannya pula yang terjadi pada dirinya saat ini.]

O--oh...tersesat bagaimana?

[Kirino jadi ingin membantu, entah kenapa. Capek juga marah-marah terus.]

  • 1
?

Log in

No account? Create an account